Pewarta : Djoew
Editor : Yogie Ps
SEMARANG || viralindonesianews.com – Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan upacara dan perlombaan. Di Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, warga menghidupkan kembali ruang kebersamaan melalui Pentas Seni Budaya dan Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut digelar di Balai RW 12 Ulin Raya, Jalan Damar Terusan, Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Semarang, Sabtu (29/8/2026) malam.
Sejak sekitar pukul 19.00 WIB, warga tampak berduyun-duyun mendatangi lokasi. Area Balai RW 12 pun dipenuhi masyarakat yang ingin menyaksikan pertunjukan seni sekaligus menikmati suasana perayaan kemerdekaan bersama keluarga dan tetangga.
Tak hanya panggung seni yang menjadi perhatian. Geliat pelaku UMKM Padangsari juga terlihat kuat. Sejumlah pelaku usaha memanfaatkan momentum tersebut untuk membuka lapak dan menawarkan berbagai produk kepada masyarakat yang hadir.
Kehadiran UMKM menjadi warna tersendiri dalam perayaan tersebut. Pesta rakyat tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga membuka ruang bagi perputaran ekonomi warga.
Sejumlah unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat turut hadir, di antaranya Plt Camat Banyumanik Sri Martini bersama suaminya, Wignyo, Lurah Padangsari Sri Agustin Wulandari beserta jajaran perangkat kelurahan, Ketua LKMD Suyatno, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Padangsari.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Martini secara simbolis menyerahkan bola voli kepada Karang Taruna. Penyerahan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap aktivitas kepemudaan dan olahraga di lingkungan masyarakat.
Sementara itu, Lurah Padangsari Sri Agustin Wulandari menyerahkan hadiah kepada para juara berbagai perlombaan yang sebelumnya digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Wayang Kulit, Merawat Warisan di Tengah Zaman
Puncak kegiatan diisi dengan pagelaran wayang kulit yang menghadirkan Ki Dalang Andro Wakawimbang S.M. dari Kramas, Banyumanik, Semarang.
Lakon yang dipentaskan adalah “Wahyu Purbo Kayun”, sebuah kisah yang mengangkat perjalanan para dewa dalam menurunkan wahyu serta perjuangan para ksatria atau Baladewa dalam mencari dan memperoleh wahyu tersebut.
Cerita tentang turunnya titah para dewa dan upaya para ksatria memperebutkan wahyu tersebut bukan sekadar tontonan. Di dalamnya terselip pesan mengenai perjuangan, tanggung jawab, keteguhan hati, serta bagaimana seseorang harus membuktikan kelayakan sebelum menerima sebuah amanah.
Di tengah derasnya hiburan modern, pilihan menghadirkan wayang kulit menjadi pesan tersendiri. Kemerdekaan tidak hanya soal mengenang masa lalu, tetapi juga menjaga agar warisan budaya tetap hidup dan dikenal generasi berikutnya.
Pagelaran tersebut terselenggara berkat dukungan Bank Jateng Wilayah Semarang bersama para donatur yang turut memberikan dukungan.
Perayaan HUT ke-81 RI di RW 12 Padangsari akhirnya bukan hanya menjadi panggung hiburan. Ia menjelma menjadi ruang bertemunya budaya, ekonomi kerakyatan, kepemudaan dan kebersamaan warga.
Dari panggung wayang hingga lapak UMKM, semuanya menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan akan jauh lebih bermakna ketika dirayakan bersama dan memberi ruang bagi masyarakat untuk bergerak, berkarya serta menjaga identitas budayanya.
Redaksi : viralindonesianews.com







