Bazar Batursari Punya Cara Unik Tanamkan Minat Baca: Anak Memancing, Buku Jadi Hadiah

Sabtu, 29 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pewarta : Helmi Bastian

Editor : Yogie Ps

SEMARANG || viralindonesianews.com — Ada pemandangan unik di salah satu stan Bazar STAN UMKM Kelurahan Batursari, Plamongan Indah, Semarang, Sabtu–Minggu, 29–30 Agustus 2026. Anak-anak terlihat membawa alat pancing dan bermain di atas sebuah kapal cadik.

Namun, mereka bukan sedang berburu ikan.

Yang mereka “pancing” justru sesuatu yang jauh lebih berharga: buku pendidikan.

Stan bertema “Wonderland Indonesia” tersebut menghadirkan kapal cadik yang terinspirasi dari kapal khas Bunaken, Sulawesi Utara. Menariknya, kapal itu dibuat dari berbagai barang bekas yang disulap menjadi wahana permainan sekaligus media edukasi bagi anak-anak.

Konsep sederhana itu justru menjadi magnet tersendiri.

Anak-anak diajak bermain memancing di atas kapal cadik. Bedanya, hasil pancingan bukan ikan, melainkan kesempatan mendapatkan buku pendidikan.

Datang untuk bermain, pulang membawa buku.

Memancing Buku, Melatih Motorik, Menumbuhkan Minat Baca

Permainan tersebut tidak sekadar dirancang sebagai hiburan. Aktivitas memancing mendorong anak bergerak aktif sekaligus melatih koordinasi mata dan tangan serta keterampilan motorik.

Di tengah semakin kuatnya ketergantungan anak terhadap gawai, permainan sederhana seperti ini menghadirkan pengalaman yang berbeda.

Anak diajak memegang alat pancing, berkonsentrasi mencari sasaran, bergerak, berinteraksi, lalu mendapatkan buku sebagai hasil dari permainan.

Pesan yang ingin ditanamkan pun sederhana: membaca tidak harus dimulai dari kewajiban, tetapi bisa diawali dari kegembiraan.

Melalui cara tersebut, anak diharapkan semakin dekat dengan buku dan mengenal aktivitas membaca sebagai sesuatu yang menyenangkan.

Namun, misi stan ini tidak berhenti pada pendidikan.

Anak-anak juga diperkenalkan dengan nilai berbagi dan kepedulian terhadap sesama. Hasil permainan dapat diisi secara sukarela mulai Rp2.000, yang selanjutnya diarahkan untuk donasi bagi masyarakat terdampak di NTT serta anak-anak di panti asuhan.

Satu permainan pun membawa sejumlah pesan sekaligus: bermain, belajar, membaca, melatih motorik, dan berbagi.

Ide Leonardo Samodro, Barang Bekas Disulap Jadi Media Edukasi

Konsep kreatif tersebut lahir dari gagasan Leonardo Samodro, warga yang ingin agar stan UMKM tidak hanya menjadi tempat transaksi dan berjualan, tetapi juga menghadirkan aktivitas yang memberi manfaat bagi anak-anak.

Barang-barang bekas yang selama ini identik dengan limbah justru diolah menjadi sebuah kapal cadik yang menarik perhatian.

Dari sinilah kreativitas warga menemukan bentuknya.

Barang bekas menjadi kapal.

Kapal menjadi arena bermain.

Permainan menjadi media edukasi.

Dan hasil permainan menjadi kesempatan untuk berbagi.

Gagasan tersebut menunjukkan bahwa barang sederhana di sekitar lingkungan dapat diubah menjadi sarana edukasi yang kreatif sekaligus memiliki nilai sosial.

Membawa Nuansa Bunaken ke Tengah Bazar Batursari

Kapal cadik yang menjadi ikon stan juga menyimpan pesan budaya. Bentuknya terinspirasi dari kapal khas Bunaken, Sulawesi Utara, sehingga menjadi media kreatif untuk mengenalkan kekayaan maritim Nusantara kepada anak-anak.

Mengusung tema “Wonderland Indonesia”, anak-anak diajak mengenal Indonesia bukan hanya melalui gambar atau cerita, tetapi melalui pengalaman bermain secara langsung.

Tidak harus menunggu berkunjung ke museum.

Tidak selalu harus melalui buku pelajaran di ruang kelas.

Pengenalan budaya bisa dimulai dari sebuah kapal cadik buatan warga di tengah bazar.

Dengan konsep tersebut, “Wonderland Indonesia” tidak berhenti sebagai dekorasi. Tema itu hadir sebagai pengalaman yang memadukan permainan, budaya, kreativitas, pendidikan, dan kebersamaan.

Dari RT 03/RW 27, Tumbuh Gerakan Kecil untuk Anak dan Sesama

Pelaksanaan stan tersebut dikoordinasikan oleh Dina, Ketua PKK RT 03/RW 27, bersama warga setempat.

Kehadiran stan edukatif ini menjadi warna tersendiri dalam Bazar STAN UMKM Kelurahan Batursari, Plamongan Indah, yang berlangsung selama dua hari, 29–30 Agustus 2026.

Di tengah geliat jual beli dan aktivitas UMKM, warga menghadirkan sebuah ruang kecil dengan pesan yang cukup besar: bagaimana membuat anak kembali tertarik pada buku di tengah derasnya hiburan digital?

Jawabannya ternyata tidak selalu rumit.

Ajak anak bermain.

Arahkan permainan menuju buku.

Kemudian tanamkan nilai berbagi.

Bukan Sekadar Stan, tetapi Pesan Besar

Stan kapal cadik “Wonderland Indonesia” akhirnya bukan sekadar pelengkap bazar.

Di dalamnya terdapat gagasan tentang bagaimana masyarakat dapat menggabungkan ekonomi, pendidikan, budaya, lingkungan, pengembangan motorik anak, dan kepedulian sosial dalam satu kegiatan sederhana.

Dari barang bekas lahir sebuah kapal.

Dari kapal lahir permainan.

Dari permainan lahir buku.

Dan dari buku serta donasi sukarela, tumbuh harapan agar anak-anak tidak hanya menjadi generasi yang cerdas, tetapi juga gemar membaca dan peduli terhadap sesama.

Sebab, yang dipancing di Batursari bukan ikan.

Yang sedang dipancing adalah rasa ingin tahu anak, kecintaan terhadap buku, sekaligus kepedulian kepada sesama.

Dan bisa jadi, dari sebuah kapal cadik sederhana itulah, perjalanan anak-anak menuju lautan pengetahuan justru dimulai.

Redaksi : viralindonesianews.com

Berita Terkait

APMB Semarang Bergerak! Konsolidasi Dimantapkan, Festival Pratama dan SOMC ke-21 Bidik 2027
Resepsi Pernikahan Putra Koordinator SMSI Solo Raya, Warsito, Jadi Ajang Konsolidasi dan Penguatan Soliditas Organisasi
Pengerukan dan Pengangkutan Material di Rowosari Disorot, Aparat Diminta Telusuri Faktanya
OTT KPK di Klaten, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo Diamankan, Uang Rp1,9 Miliar Disita
AKP Winarsih: Jumat Keliling Jadi Sarana Polri Dekat dengan Masyarakat
Jumat Berbagi, Polsek Nogosari Turun Langsung ke Rumah Warga, Lima Paket Sembako Disalurkan
Bhabinkamtibmas Candi Sambangi Warga, Pendataan Perlindungan Sosial Jadi Perhatian
Ada Apa dengan Anggaran Sapi Desa Bawang? Pj Kades Sebut Dana Belum Masuk Kas Desa

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:21

APMB Semarang Bergerak! Konsolidasi Dimantapkan, Festival Pratama dan SOMC ke-21 Bidik 2027

Minggu, 18 Oktober 2026 - 02:13

Resepsi Pernikahan Putra Koordinator SMSI Solo Raya, Warsito, Jadi Ajang Konsolidasi dan Penguatan Soliditas Organisasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:21

Pengerukan dan Pengangkutan Material di Rowosari Disorot, Aparat Diminta Telusuri Faktanya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:55

OTT KPK di Klaten, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo Diamankan, Uang Rp1,9 Miliar Disita

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:12

AKP Winarsih: Jumat Keliling Jadi Sarana Polri Dekat dengan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:16

Bhabinkamtibmas Candi Sambangi Warga, Pendataan Perlindungan Sosial Jadi Perhatian

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:12

Ada Apa dengan Anggaran Sapi Desa Bawang? Pj Kades Sebut Dana Belum Masuk Kas Desa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:36

JANGAN JADIKAN SURAT KALENG SENJATA POLITIK! KEJAKSAAN HARUS BERPIJAK PADA BUKTI

Berita Terbaru