Dari Lahan Tak Produktif Jadi Ladang Cuan, Green House Melon Giriroto Resmi Panen Perdana

Rabu, 7 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pewarta : Saka

Editor : Yogie Ps

BOYOLALI || viralindonesianews.com – Lahan pertanian yang sebelumnya dinilai kurang produktif di Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, kini disulap menjadi kawasan pertanian modern melalui program Green House Melon “Smart Agro Edufarm”.

Program tersebut resmi ditandai dengan panen perdana sekaligus pembukaan open market wisata petik buah melon, yang dihadiri Bupati Boyolali Agus Irawan, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lahan Green House belakang Balai Desa Giriroto tersebut dimulai pukul 10.00 hingga 10.50 WIB. Sekitar 200 tamu undangan hadir, terdiri dari jajaran Pemerintah Kabupaten Boyolali, Forkopimcam Ngemplak, stakeholder pertanian, tokoh masyarakat, petani milenial, serta warga setempat.

Program Green House Melon “Smart Agro Edufarm” merupakan program Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Dinas Pertanian yang dikembangkan melalui kerja sama dengan investor dan BUMD, dengan melibatkan petani serta masyarakat sekitar Desa Giriroto.

Camat Ngemplak Muchsoni mengatakan, keberadaan green house tersebut menjadi langkah positif dalam mengoptimalkan lahan yang sebelumnya kurang produktif.

Menurutnya, penerapan teknologi pertanian modern diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, perwakilan CV Estu Sae Jaya, Eko, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Boyolali dan seluruh stakeholder yang telah mendukung pengembangan program tersebut.

Green house melon di Giriroto dikembangkan dengan tiga varietas melon yang memiliki karakteristik berbeda, baik dari jumlah maupun ukuran buah.

Dorong Pertanian Modern dan Ekonomi Desa

Bupati Boyolali Agus Irawan mengatakan, pengembangan Green House Melon tersebut telah dirancang melalui sejumlah tahapan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pengembangan.

Panen perdana, kata dia, diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal pengembangan pertanian modern yang memberikan dampak nyata terhadap masyarakat.

“Semoga dengan adanya panen perdana ini dapat mensejahterakan dan memakmurkan masyarakat Boyolali serta menjadi inovasi yang bisa dikembangkan di desa-desa lainnya,” ujar Agus Irawan.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan pertanian secara simbolis, dilanjutkan dengan panen perdana melon dari Green House Desa Giriroto.

Selain menjadi sentra produksi, kawasan tersebut diarahkan sebagai wisata petik buah melon. Konsep ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi hasil pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Dengan konsep tersebut, sektor pertanian tidak hanya mengandalkan hasil panen, tetapi juga dikembangkan menjadi destinasi edukasi dan wisata berbasis pertanian.

Polsek Ngemplak Pastikan Kegiatan Aman

Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar, Polsek Ngemplak Polres Boyolali turut melakukan pengamanan dan pemantauan di lokasi.

Kapolsek Ngemplak AKP Widarto melalui personel yang ditugaskan memastikan kegiatan yang dihadiri Bupati Boyolali, jajaran pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat tersebut berlangsung tertib, aman, dan kondusif.

Pengamanan tersebut menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap kegiatan pemerintah dan masyarakat, khususnya program yang mendorong pemberdayaan warga dan pengembangan potensi pertanian di wilayah Kecamatan Ngemplak.

Selama pelaksanaan panen perdana, open market wisata petik melon, hingga penyerahan bantuan pertanian, situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Redaksi : viralindonesianews.com

Berita Terkait

APMB Semarang Bergerak! Konsolidasi Dimantapkan, Festival Pratama dan SOMC ke-21 Bidik 2027
Resepsi Pernikahan Putra Koordinator SMSI Solo Raya, Warsito, Jadi Ajang Konsolidasi dan Penguatan Soliditas Organisasi
Pengerukan dan Pengangkutan Material di Rowosari Disorot, Aparat Diminta Telusuri Faktanya
OTT KPK di Klaten, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo Diamankan, Uang Rp1,9 Miliar Disita
AKP Winarsih: Jumat Keliling Jadi Sarana Polri Dekat dengan Masyarakat
Jumat Berbagi, Polsek Nogosari Turun Langsung ke Rumah Warga, Lima Paket Sembako Disalurkan
Bhabinkamtibmas Candi Sambangi Warga, Pendataan Perlindungan Sosial Jadi Perhatian
Ada Apa dengan Anggaran Sapi Desa Bawang? Pj Kades Sebut Dana Belum Masuk Kas Desa

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:21

APMB Semarang Bergerak! Konsolidasi Dimantapkan, Festival Pratama dan SOMC ke-21 Bidik 2027

Minggu, 18 Oktober 2026 - 02:13

Resepsi Pernikahan Putra Koordinator SMSI Solo Raya, Warsito, Jadi Ajang Konsolidasi dan Penguatan Soliditas Organisasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:21

Pengerukan dan Pengangkutan Material di Rowosari Disorot, Aparat Diminta Telusuri Faktanya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:55

OTT KPK di Klaten, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo Diamankan, Uang Rp1,9 Miliar Disita

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:12

AKP Winarsih: Jumat Keliling Jadi Sarana Polri Dekat dengan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:16

Bhabinkamtibmas Candi Sambangi Warga, Pendataan Perlindungan Sosial Jadi Perhatian

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:12

Ada Apa dengan Anggaran Sapi Desa Bawang? Pj Kades Sebut Dana Belum Masuk Kas Desa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:36

JANGAN JADIKAN SURAT KALENG SENJATA POLITIK! KEJAKSAAN HARUS BERPIJAK PADA BUKTI

Berita Terbaru