Surat Dikirim Sejak Mei, Hingga Akhir Juli Belum Ada Kejelasan: 232 Warga Muara Pantun Kecewa, Diduga Aspirasi Belum Sampai ke Bupati Kutai Timur

Jumat, 31 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTAI TIMUR (GMOCT) || viralindonesianews.com – Kekecewaan menyelimuti ratusan warga Desa Muara Pantun yang terdampak aktivitas PT Equalindo Makmur Alam Sejahtera. Pasalnya, surat terbuka yang ditujukan kepada Bupati Kutai Timur sejak 25 Mei 2026 hingga akhir Juli 2026 disebut belum memperoleh tindak lanjut yang jelas.

Perwakilan warga, Ponansius Haman, menyampaikan kepada awak media Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT) bahwa sebanyak 232 warga hingga kini masih menunggu kepastian atas aspirasi yang telah mereka sampaikan.

Menurut Ponansius, berdasarkan komunikasi melalui aplikasi WhatsApp, respons dari pihak Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dinilai berjalan lambat. Pada 29 Juni 2026, pihak yang disebut sebagai Asisten Bupati memberikan jawaban:

“Ya Pak, nanti saya cek lagi suratnya,” sembari mengarahkan agar berkoordinasi dengan Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) terkait pengagendaan rapat.

Namun, ketika Kabag Tapem dihubungi pada 30 Juni 2026, jawaban yang diterima adalah:

“Izin Pak, saya masih cuti, mungkin informasi agak lambat saya sampaikan. Berkas masih dipelajari dan mohon bersabar, nanti akan dihubungi oleh yang menangani.”

Bagi Ponansius, jawaban tersebut belum memberikan kepastian mengenai tindak lanjut surat yang telah disampaikan hampir dua bulan sebelumnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Umum DPP Pusat GMOCT, Asep NS, menyampaikan kritik terhadap lambatnya respons pemerintah.

“Kalau surat aspirasi dari Anggota DPRD Kutai Timur Faizal Rachman, S.H., M.H. saja belum mendapat tindak lanjut, bagaimana dengan aspirasi masyarakat biasa? Padahal pemerintah adalah pelayan masyarakat yang seharusnya hadir memberikan kepastian dan pelayanan kepada warga,” ujar Asep NS.

GMOCT menyatakan tetap mengedepankan prinsip keberimbangan dengan berupaya meminta klarifikasi kepada pihak-pihak terkait sebelum pemberitaan dipublikasikan secara luas.

Namun, hingga Kamis, 30 Juli 2026, upaya konfirmasi yang dilakukan GMOCT melalui pesan WhatsApp kepada nomor yang diduga milik Asisten Bupati maupun Kepala Bagian Tata Pemerintahan disebut belum memperoleh tanggapan.

Sementara itu, menurut Ponansius Haman, ia masih menerima balasan dari pihak yang diduga Asisten Bupati yang berbunyi:

“Ijin Pak akan saya cek kembali Pak. Ijin meminta waktunya Pak, mungkin agak lambat saya infokan. Saya telusuri dulu berkasnya Pak.”

Perbedaan respons tersebut kemudian memunculkan pertanyaan dari pihak GMOCT mengenai perkembangan penanganan surat yang telah disampaikan warga sejak Mei lalu.

Hingga berita ini diterbitkan, GMOCT masih membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, termasuk pihak Asisten Bupati maupun Kepala Bagian Tata Pemerintahan, agar masyarakat memperoleh penjelasan yang utuh mengenai status surat aspirasi yang diajukan oleh 232 warga Desa Muara Pantun.

Redaksi : viralindonesianews.com

Berita Terkait

APMB Semarang Bergerak! Konsolidasi Dimantapkan, Festival Pratama dan SOMC ke-21 Bidik 2027
Resepsi Pernikahan Putra Koordinator SMSI Solo Raya, Warsito, Jadi Ajang Konsolidasi dan Penguatan Soliditas Organisasi
Pengerukan dan Pengangkutan Material di Rowosari Disorot, Aparat Diminta Telusuri Faktanya
OTT KPK di Klaten, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo Diamankan, Uang Rp1,9 Miliar Disita
AKP Winarsih: Jumat Keliling Jadi Sarana Polri Dekat dengan Masyarakat
Jumat Berbagi, Polsek Nogosari Turun Langsung ke Rumah Warga, Lima Paket Sembako Disalurkan
Bhabinkamtibmas Candi Sambangi Warga, Pendataan Perlindungan Sosial Jadi Perhatian
Ada Apa dengan Anggaran Sapi Desa Bawang? Pj Kades Sebut Dana Belum Masuk Kas Desa

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:21

APMB Semarang Bergerak! Konsolidasi Dimantapkan, Festival Pratama dan SOMC ke-21 Bidik 2027

Minggu, 18 Oktober 2026 - 02:13

Resepsi Pernikahan Putra Koordinator SMSI Solo Raya, Warsito, Jadi Ajang Konsolidasi dan Penguatan Soliditas Organisasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:21

Pengerukan dan Pengangkutan Material di Rowosari Disorot, Aparat Diminta Telusuri Faktanya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:55

OTT KPK di Klaten, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo Diamankan, Uang Rp1,9 Miliar Disita

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:12

AKP Winarsih: Jumat Keliling Jadi Sarana Polri Dekat dengan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:16

Bhabinkamtibmas Candi Sambangi Warga, Pendataan Perlindungan Sosial Jadi Perhatian

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:12

Ada Apa dengan Anggaran Sapi Desa Bawang? Pj Kades Sebut Dana Belum Masuk Kas Desa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:36

JANGAN JADIKAN SURAT KALENG SENJATA POLITIK! KEJAKSAAN HARUS BERPIJAK PADA BUKTI

Berita Terbaru