Pewarta : Angger S
Editor : Yogie Ps
SEMARANG || viralindonesianews.com – Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik. Triyono, seorang wartawan media Viosarinews.com, meninggal dunia secara mendadak di sebuah kafe bernama Murup yang berlokasi di Jalan Bendungan No. 1161, Kelurahan Barusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, pada Selasa (13/10/2026) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB.
Peristiwa tersebut menyisakan sejumlah pertanyaan, terutama terkait kronologi kejadian dan keterangan saksi mengenai pesan yang diduga disampaikan pemilik kafe setelah Triyono terjatuh.
Berdasarkan keterangan Sularno, salah seorang saksi mata, sebelum kejadian Triyono sempat berjoget bersama rekannya saat lagu terakhir diputar. Saat itu, kafe disebut hendak tutup. Sularno juga menyebut Triyono diduga berjoget bersama seseorang yang disebutnya sebagai oknum anggota Polri.
Namun, secara tiba-tiba, Triyono terjatuh ke belakang.
“Jadi sebelum meninggal, almarhum sempat joget bersama kenalannya saat lagu terakhir. Kafe Murup mau tutup, tiba-tiba almarhum jatuh ke belakang,” tutur Sularno kepada awak media.
Pesan Pemilik Kafe kepada Saksi Menjadi Sorotan
Sularno mengungkapkan, setelah Triyono terjatuh, sejumlah orang yang berada di lokasi kemudian mengangkat almarhum keluar dari kafe. Dalam situasi tersebut, menurut pengakuannya, pemilik kafe menyampaikan pesan yang kini menjadi perhatian.
“Saat almarhum dikeluarkan dari kafe, pemilik kafe berpesan kepada saya dan teman saya, ‘Kalau ditanya, bilang saja jatuhnya di luar’,” ungkap Sularno.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak ingin memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan kejadian yang disaksikannya.
“Saya yang merupakan teman dari rumah, tidak mungkin berbohong,” tegasnya.
Pernyataan tersebut perlu diklarifikasi lebih lanjut oleh pihak terkait untuk memastikan duduk perkara yang sebenarnya. Jika benar disampaikan sebagaimana pengakuan saksi, pesan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai alasan pemilik kafe meminta saksi menyebut lokasi jatuhnya Triyono berada di luar tempat usaha.
Meski demikian, kebenaran keterangan tersebut serta konteks penyampaiannya masih perlu dikonfirmasi kepada pemilik kafe dan pihak-pihak lain yang berada di lokasi.
Kedatangan Ambulans Juga Dipertanyakan
Selain persoalan kronologi kejadian, informasi mengenai waktu kedatangan ambulans turut menjadi perhatian. Berdasarkan keterangan yang disampaikan, ambulans baru tiba sekitar satu jam setelah Triyono berada di luar kafe.
Jeda waktu tersebut memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana pertolongan pertama diberikan, kapan layanan ambulans dihubungi, serta apa yang terjadi selama menunggu kedatangan petugas medis.
Informasi tersebut masih memerlukan verifikasi dari saksi lain, petugas ambulans, maupun pihak yang melakukan panggilan darurat.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti meninggalnya Triyono belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia. Belum ada pula keterangan resmi yang dicantumkan dari kepolisian mengenai hasil pemeriksaan ataupun perkembangan penyelidikan atas peristiwa tersebut.
Perlu Klarifikasi dan Penyelidikan Menyeluruh
Peristiwa meninggalnya Triyono perlu ditangani secara profesional dan transparan. Kronologi sebelum korban terjatuh, keterangan saksi, waktu penanganan medis, serta pesan yang diduga disampaikan pemilik kafe merupakan sejumlah hal yang perlu diklarifikasi untuk memperoleh gambaran peristiwa secara utuh.
Pihak kepolisian diharapkan dapat mendalami keterangan para saksi dan memeriksa fakta-fakta yang relevan guna memastikan penyebab kematian serta mengungkap apakah terdapat unsur pelanggaran hukum.
Redaksi juga membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pemilik Kafe Murup, pihak kepolisian, serta siapa pun yang memiliki informasi relevan mengenai kejadian tersebut.
Redaksi : viralindonesianews.com







