Laporan : Angger S
Editor : Yogie Ps
SEMARANG || viralindonesianews.com || 12-Agustus-2026, – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Tengah mendorong penguatan sinergi antara perusahaan pers, aparat penegak hukum (APH), pemerintah daerah, TNI, Polri, serta instansi yang menangani komunikasi publik di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Plt. Ketua SMSI Jawa Tengah, Jayanto Arus Adi, yang merupakan wartawan senior, Ahli Pers Dewan Pers, akademisi, penulis, sekaligus tokoh organisasi pers nasional, menegaskan bahwa sinergi antarlembaga harus dibangun secara profesional tanpa mengurangi independensi pers.
Jayanto meminta jajaran kepolisian di seluruh Jawa Tengah memperkuat komunikasi dan membangun hubungan yang konstruktif dengan perusahaan pers yang menjalankan kegiatan jurnalistik secara profesional.
Secara khusus, ia mendorong Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Yuliyanto, S.I.K., M.Sc., untuk terus membangun komunikasi terbuka dengan jajaran Polres dan Polresta se-Jawa Tengah.
Menurut Jayanto, hubungan antara institusi kepolisian dan perusahaan pers tidak semata-mata berkaitan dengan publikasi kegiatan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun keterbukaan informasi serta menjaga kualitas pemberitaan yang diterima masyarakat.
“Sinergi antara kepolisian dan perusahaan pers harus dibangun secara profesional, transparan, dan tetap berpedoman pada aturan serta etika jurnalistik,” ujar Jayanto saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (11/8/2026).
Pers Bukan Alat Pencitraan
SMSI Jawa Tengah juga menekankan pentingnya menjaga independensi pers dalam setiap bentuk kerja sama dengan lembaga negara maupun institusi lainnya.
Menurut SMSI, kemitraan antara pers dan pemerintah maupun aparat tidak boleh menjadikan perusahaan pers sekadar alat publikasi atau pencitraan. Pers tetap memiliki fungsi kontrol sosial, memberikan informasi yang berimbang, serta menyuarakan kepentingan masyarakat.
Karena itu, komunikasi publik yang dibangun bersama harus tetap menghormati prinsip independensi, keberimbangan, akurasi, dan kode etik jurnalistik.
Selain jajaran Polri, SMSI Jawa Tengah juga mendorong komitmen bersama dari Gubernur Jawa Tengah, para bupati dan wali kota, Pangdam, Danrem, Dandim, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, serta jajaran Diskominfo se-Jawa Tengah dalam menciptakan ekosistem pers yang sehat dan profesional.
SMSI menilai perusahaan pers memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi mengenai pembangunan, pelayanan publik, kebijakan pemerintah, sekaligus berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Oleh sebab itu, kerja sama dengan perusahaan pers perlu dilakukan secara tertib, transparan, profesional, dan tetap mengacu pada ketentuan perundang-undangan serta standar perusahaan pers.
“SMSI siap menjadi mitra strategis dalam membangun komunikasi publik yang sehat. Pemerintah, TNI, Polri dan perusahaan pers harus bersama-sama menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat,” tegas Jayanto.
Bangun Ekosistem Pers yang Sehat
SMSI merupakan konstituen Dewan Pers sekaligus wadah bagi perusahaan media siber untuk memperkuat profesionalisme, tata kelola perusahaan pers, dan kualitas jurnalistik di tengah perkembangan ekosistem digital.
Melalui penguatan sinergi tersebut, SMSI Jawa Tengah berharap hubungan antara perusahaan pers dan seluruh pemangku kepentingan semakin solid.
Namun, sinergi tersebut harus tetap berada dalam koridor profesionalisme dan tidak menghilangkan independensi, fungsi kontrol sosial, serta kebebasan pers.
Dengan demikian, kemitraan antara pers, TNI, Polri, pemerintah dan APH bukan sekadar hubungan publikasi, melainkan kolaborasi untuk menghadirkan informasi yang sehat, akurat, transparan, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Redaksi : viralindonesianews.com







