Pewarta : Zaenal
Editor : Yogie Ps
BOYOLALI || viralindonesianews.com || 22-September-2026, – Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra, S.H., S.I.K., M.Si., bersilaturahmi dengan jajaran Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Boyolali di Sangaja Cafe, Dukuh Tegalsari, Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo, Senin (21/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 15.00 hingga 17.30 WIB tersebut menjadi momentum bagi Polres Boyolali untuk memperkuat kemitraan dengan petani sekaligus menyerap secara langsung berbagai aspirasi, persoalan, dan kendala yang dihadapi di lapangan.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Boyolali mengatakan, silaturahmi merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dan kolaborasi dengan para petani, khususnya dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Selain itu, kepolisian turut mendorong dukungan terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan dan swasembada pangan.
“Kami ingin mendalami kondisi dan kebutuhan para petani, termasuk kendala yang dihadapi di lapangan. Masukan dari para petani menjadi bagian penting untuk membangun sinergi dan mencari solusi bersama,” ujar Kapolres.
Kapolres juga mengajak para petani untuk menyampaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan sektor pertanian, mulai dari pemasaran, harga hasil panen, hingga kebutuhan pendukung produksi.
Ketua APTI Boyolali, Nanang Teguh Sambodo, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan ruang komunikasi yang diberikan Polres Boyolali kepada para petani tembakau.
Menurutnya, tembakau merupakan salah satu komoditas yang turut menopang perekonomian masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Boyolali.
Dalam dialog tersebut, para petani menyampaikan sejumlah persoalan yang masih menjadi tantangan. Di antaranya harga tembakau di tingkat tengkulak yang dinilai tidak stabil, tingginya biaya operasional untuk membawa hasil panen ke wilayah Temanggung, keterbatasan pupuk subsidi, gangguan hama monyet, serta kebutuhan air bersih dan sumur bor saat musim kemarau.
Para petani juga berharap adanya kemitraan serta penguatan gudang tembakau di wilayah Boyolali. Langkah tersebut diharapkan dapat memperpendek rantai pemasaran, menekan biaya operasional, sekaligus meningkatkan nilai jual hasil panen petani.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kapolres Boyolali menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, kelompok tani, serta para pemangku kepentingan lainnya.
“Kami akan terus membuka ruang komunikasi dengan para petani. Berbagai masukan yang disampaikan hari ini akan menjadi bahan untuk membangun sinergi bersama, sehingga persoalan di lapangan dapat dicarikan solusi secara bersama-sama,” jelasnya.
Silaturahmi berlangsung aman, lancar, dan kondusif. Polres Boyolali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga kamtibmas, tetapi juga membangun kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat guna mendukung terciptanya lingkungan yang aman, produktif, dan kondusif.
Redaksi : viralindonesianews.com







