Pewarta : Saka
Editor : Yogie Ps
BOYOLALI || viralindonesianews.com – Wakapolres Boyolali Kompol Novilia Andrias Lio Kurniasih menghadiri upacara pembukaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Desa Wates, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, Selasa (13/10/2026).
Kehadiran Wakapolres Boyolali tersebut mewakili Kapolres Boyolali sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program pembangunan daerah sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong kemajuan desa serta meningkatkan kesejahteraan warga.
Upacara pembukaan dipimpin Bupati Boyolali Agus Irawan selaku inspektur upacara. Kegiatan tersebut turut dihadiri Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Gunawan Nurbathin, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan instansi terkait, serta tokoh masyarakat. Sekitar 600 peserta mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
TMMD Sengkuyung IV tahun ini mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”. Tema tersebut menegaskan pentingnya semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat perdesaan.
Dalam amanatnya, Bupati Boyolali Agus Irawan menegaskan bahwa pelaksanaan TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga menjadi upaya bersama untuk menjawab kebutuhan masyarakat, memperkuat perekonomian desa, serta meningkatkan kesejahteraan warga.
Betonisasi Jalan 1.200 Meter, Anggaran Capai Rp769,9 Juta
Pada pelaksanaan TMMD Sengkuyung IV di Kecamatan Simo, sasaran pembangunan fisik meliputi betonisasi jalan sepanjang 1.200 meter dengan lebar 3 meter serta pembangunan talud sepanjang 56 meter.
Program pembangunan tersebut didukung anggaran sebesar Rp769,9 juta, yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah, APBD Kabupaten Boyolali, serta swadaya masyarakat.
Pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas warga, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung aktivitas ekonomi dan distribusi hasil usaha warga desa.
Tidak hanya menyasar pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi pembagian sembako, pelayanan kesehatan dan keluarga berencana (KB) gratis, perpustakaan keliling, pelayanan administrasi kependudukan, Samsat Keliling, donor darah, wakaf Al-Qur’an, serta penyuluhan wawasan kebangsaan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Forkopimda Tinjau Pembangunan dan Pelayanan Masyarakat
Usai upacara pembukaan, rombongan Forkopimda melaksanakan penyerahan bantuan sembako secara simbolis, dilanjutkan peletakan batu pertama pembangunan di Dukuh Gunung, Desa Gunung, Kecamatan Simo.
Rombongan juga meninjau stan pelayanan masyarakat yang berada di SDN Wates untuk melihat secara langsung pelaksanaan berbagai layanan yang disediakan bagi warga selama kegiatan TMMD berlangsung.
Sementara itu, Polres Boyolali melalui personel Polsek Simo turut melaksanakan pengamanan dan pemantauan kegiatan bersama personel TNI, Banser NU, serta Linmas Desa Wates.
Pengamanan tersebut dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar, sehingga masyarakat dapat mengikuti kegiatan tanpa mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Polres Boyolali Dukung Pembangunan Berbasis Gotong Royong
Kasi Humas Polres Boyolali AKP Winarsih menyampaikan bahwa Polres Boyolali mendukung pelaksanaan TMMD sebagai bentuk kolaborasi dalam pembangunan daerah yang diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Sinergi TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam mendukung pembangunan desa. Polres Boyolali berkomitmen mendukung kegiatan positif seperti TMMD sekaligus memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ungkap AKP Winarsih.
Program TMMD Sengkuyung IV di Kecamatan Simo direncanakan berlangsung selama kurang lebih 30 hari, mulai 13 Oktober hingga 11 November 2026.
Melalui program tersebut, pembangunan infrastruktur diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas akses jalan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan memperkuat kebersamaan dalam membangun desa.
Polres Boyolali pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berpartisipasi menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan serta mendukung berbagai program pembangunan demi terwujudnya masyarakat yang aman, sejahtera, dan berdaya.
Redaksi : viralindonesianews.com







