SRAGEN || viralindonesianews.com || 18-Oktober-2026, — Resepsi pernikahan putra Koordinator Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Solo Raya, Warsito, bukan sekadar hajatan keluarga. Di balik kebahagiaan yang menyelimuti keluarga besar Warsito, tersimpan makna yang lebih dalam: momentum mempererat tali persaudaraan, memperkuat solidaritas, sekaligus mengonsolidasikan seluruh elemen organisasi.
Resepsi yang berlangsung di Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, itu menjadi gambaran nyata bahwa SMSI bukan hanya organisasi perusahaan media, melainkan juga rumah bersama yang dibangun atas dasar kepedulian, kebersamaan, dan semangat saling menopang.
Semangat tersebut tercermin sejak pagi ketika telepon Sekretaris SMSI Jawa Tengah, Eko Sugiarto, yang lebih dikenal dengan panggilan Eko HK, berdering menghubungi Ketua SMSI Jawa Tengah, Jayanto Arus Adi.
“Pagi, Ketua. Maaf mengganggu pagi-pagi. Ada hal penting yang perlu arahan dari Ketua,” demikian kira-kira pembuka percakapan Eko HK melalui sambungan telepon.
Eko kemudian menyampaikan harapannya agar Jayanto berkenan hadir dalam resepsi pernikahan putra Koordinator SMSI Solo Raya yang digelar hari itu di Sragen.
Bagi Jayanto, kabar tersebut bukan sekadar undangan menghadiri sebuah hajatan. Ada rasa haru yang muncul ketika menyadari bahwa ikatan kekeluargaan di tubuh SMSI terus tumbuh dan menemukan bentuknya dalam tindakan nyata.
Di tengah kesibukan masing-masing, perhatian terhadap kebahagiaan sesama anggota menjadi bukti bahwa organisasi tidak boleh berhenti pada urusan administrasi, rapat, atau agenda formal semata.
“Di sinilah makna kekeluargaan itu. SMSI bukan sekadar organisasi media, tetapi komunitas yang saling bergandengan tangan,” menjadi pesan yang mengemuka dari momentum tersebut.
Filosofi kebersamaan itu sejalan dengan ungkapan Jawa, “Ana rembug dirembug, ana rezeki dibagi, ana beban disangga bebarengan.” Artinya, setiap persoalan dibicarakan bersama, rezeki dibagikan, dan beban dipikul secara bersama-sama.
Bagi keluarga besar SMSI Jawa Tengah, nilai tersebut semestinya tidak hanya menjadi slogan. Ketika anggota menggelar hajatan, menghadapi kesulitan, atau sedang diuji persoalan kesehatan, kepedulian dan kehadiran sesama menjadi bagian penting dari kehidupan organisasi.
Jayanto: Soliditas Tidak Cukup Hanya dengan Slogan
Jayanto Arus Adi menegaskan bahwa semangat kebersamaan harus terus dipelihara dan diwujudkan melalui tindakan nyata. Konsolidasi organisasi, menurutnya, tidak cukup dilakukan melalui forum resmi, tetapi juga perlu dibangun melalui hubungan sosial dan kepedulian antaranggotanya.
“Atas nama Ketua dan sebagai orang yang dituakan di SMSI, saya meminta anggota yang memungkinkan untuk hadir agar menyempatkan waktu. Namun, jika ada halangan, silakan menyampaikan izin dan berkomunikasi dengan yang bersangkutan,” pesan Jayanto.
Ia menilai, kepedulian terhadap sesama anggota merupakan salah satu cerminan komitmen seseorang terhadap organisasi.
Karena itu, partisipasi dalam kegiatan bersama, kehadiran dalam rapat, serta perhatian terhadap anggota lain menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam proses evaluasi internal.
“Kalau diajak berkumpul sulit, rapat tidak hadir, dan kepedulian terhadap sesama anggota tidak ada, buat apa juga dipertahankan? Evaluasi ini akan saya lakukan sebagai bagian dari ikhtiar mengukuhkan soliditas organisasi,” ujar Jayanto.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa organisasi yang kuat tidak hanya diukur dari banyaknya anggota atau besarnya nama yang disandang. Lebih dari itu, kekuatan organisasi ditentukan oleh kesediaan setiap anggotanya untuk berpartisipasi, menjaga komunikasi, dan hadir ketika dibutuhkan.
Meski demikian, konsolidasi yang kokoh tetap memerlukan ruang komunikasi, sikap saling menghormati, serta komitmen bersama untuk membangun organisasi secara berkelanjutan.
Warsito Terharu, Kebersamaan SMSI Jadi Kekuatan
Di tengah suasana bahagia keluarga, Warsito mengaku terkejut sekaligus terharu atas perhatian dan kehadiran keluarga besar SMSI.
“Terima kasih semuanya, Pak Eko, juga Ketua SMSI Jawa Tengah, Bang Jay. Luar biasa, luar biasa. Tidak ada ucapan yang pantas untuk menggambarkan kebahagiaan kami. Semoga Allah membalas dengan kebaikan yang terbaik,” ungkap Warsito dengan haru.
Ucapan tersebut menggambarkan betapa kehadiran rekan-rekan organisasi memiliki arti tersendiri bagi keluarga yang sedang merayakan momen penting dalam kehidupan mereka.
Bagi Warsito, dukungan itu bukan hanya tentang siapa yang datang dan siapa yang memberikan ucapan selamat. Lebih dari itu, kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa hubungan yang terbangun di dalam SMSI dapat melampaui batas-batas formal organisasi.
Eko HK selaku Sekretaris SMSI Jawa Tengah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir serta memberikan perhatian kepada keluarga Warsito.
“Atas nama pribadi dan organisasi, sekali lagi saya menyampaikan terima kasih. Inilah SMSI yang harus kita jaga. Kita harus memupuk korsa organisasi, bukan hanya sebagai organisasi media yang disegani, tetapi juga sebagai rumah bagi kita semua,” ujarnya.
Bukan Sekadar Resepsi, tetapi Momentum Memperkuat Persaudaraan
Ketua SMSI Jawa Tengah, Jayanto Arus Adi, menilai resepsi tersebut sebagai pertemuan yang mampu mempertemukan berbagai kalangan dalam suasana kekeluargaan.
Menurutnya, kebersamaan semacam itu perlu terus dirawat agar hubungan antaranggota tidak hanya terjalin ketika menjalankan agenda organisasi, tetapi juga tumbuh dalam kehidupan sosial sehari-hari.
“Ini bukan sekadar hajatan biasa. Ini adalah pertemuan yang menyatukan berbagai kalangan. Luar biasa, Bang Warsito bersama keluarga. Selamat juga kepada Rico Yoggi Pratama, putra Warsito dan Nur Hapsari Kurniawati Putri. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah,” tutur Jayanto.
Pernikahan Rico Yoggi Pratama menjadi pusat kebahagiaan keluarga, sekaligus menghadirkan ruang bagi keluarga besar SMSI untuk mempererat komunikasi dan memperkuat rasa persaudaraan.
Pada akhirnya, organisasi yang solid bukan semata-mata organisasi yang memiliki struktur kepengurusan lengkap atau agenda kerja yang tersusun rapi. Soliditas juga tumbuh dari kepedulian, kesediaan berbagi kebahagiaan, dan kemauan untuk saling menopang ketika salah satu anggota menghadapi kesulitan.
Dari sebuah resepsi pernikahan di Desa Celep, Kedawung, Sragen, SMSI Jawa Tengah mendapatkan pengingat penting: organisasi boleh dibangun dengan struktur, tetapi kekuatannya ditentukan oleh kebersamaan dan kepedulian orang-orang di dalamnya.
Redaksi : viralindonesianews.com







