Menkeu Pastikan Dana Siaga Bencana Tersedia, Fokus Penanganan NTT Kini Diperkuat

Senin, 17 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pewarta : Fani

Editor : Yogie Ps

JAKARTA || viralindonesianews.com — Pemerintah memastikan penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak terkendala persoalan pembiayaan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan anggaran melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah disiapkan untuk mendukung respons kedaruratan hingga proses pemulihan pascabencana.

Purbaya menjelaskan, mekanisme pembiayaan penanganan bencana pada tahap awal akan menggunakan anggaran yang tersedia di BNPB. Apabila kebutuhan meningkat dan anggaran tersebut tidak mencukupi, pemerintah akan menyesuaikan dukungan pembiayaan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Kalau untuk bencana kan nanti dari BNPB dulu, nanti kalau kurang baru kita rekonstruksi. Jadi nggak ada masalah. Kalau untuk bencana ada cadangan khusus,” ujar Purbaya di Jakarta, Senin (17/8/2026).

Menurutnya, pemerintah juga memiliki dana siaga atau on call yang dapat digunakan untuk mendukung penanganan bencana. Dana tersebut disiapkan agar pemerintah dapat bergerak cepat ketika terjadi kondisi darurat.

“Jadi memang dana on call untuk setiap penanganan bencana sudah stand by,” katanya.

Purbaya menyebut, untuk tahap awal penanganan, BNPB masih memiliki anggaran yang cukup untuk mendukung kebutuhan tanggap darurat.

“Untuk pertama kan biasanya kita pakai dana dari BNPB yang sudah kita siapkan. Masih ada tuh Rp5 triliun kalau nggak salah ya. Mungkin sebagian terpakai tapi masih cukup,” jelasnya.

Ia menegaskan, dukungan anggaran akan diberikan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan penanganan bencana serta mekanisme koordinasi antarinstansi.

Pembangunan Fasum Harus Terkoordinasi

Selain penanganan kedaruratan, pemerintah juga menyiapkan skema pembiayaan untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Khusus pembangunan kembali fasilitas umum (fasum) yang tidak dapat dibiayai melalui BNPB, pelaksanaannya akan dikoordinasikan dengan kementerian/lembaga (K/L) terkait.

“Tinggal nanti kita akan sesuai dengan kebutuhannya. Tapi kalau tadi yang fasum nggak bisa melalui BNPB tetap harus koordinasi dengan K/L-nya,” ujar Purbaya.

Pemerintah memastikan penanganan bencana di NTT dilakukan secara bertahap, mulai dari respons kedaruratan, pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.

Kementerian Keuangan, kata Purbaya, siap memastikan aspek pembiayaan dapat mendukung seluruh tahapan penanganan dan pemulihan sesuai kebutuhan serta mekanisme penganggaran yang berlaku.

Dengan skema tersebut, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, BNPB, kementerian/lembaga, dan pihak terkait lainnya diharapkan dapat bergerak secara terkoordinasi untuk mempercepat penanganan bencana sekaligus memulihkan kehidupan masyarakat terdampak di NTT.

Redaksi : viralindonesianews.com

Berita Terkait

APMB Semarang Bergerak! Konsolidasi Dimantapkan, Festival Pratama dan SOMC ke-21 Bidik 2027
Resepsi Pernikahan Putra Koordinator SMSI Solo Raya, Warsito, Jadi Ajang Konsolidasi dan Penguatan Soliditas Organisasi
Pengerukan dan Pengangkutan Material di Rowosari Disorot, Aparat Diminta Telusuri Faktanya
OTT KPK di Klaten, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo Diamankan, Uang Rp1,9 Miliar Disita
AKP Winarsih: Jumat Keliling Jadi Sarana Polri Dekat dengan Masyarakat
Jumat Berbagi, Polsek Nogosari Turun Langsung ke Rumah Warga, Lima Paket Sembako Disalurkan
Bhabinkamtibmas Candi Sambangi Warga, Pendataan Perlindungan Sosial Jadi Perhatian
Ada Apa dengan Anggaran Sapi Desa Bawang? Pj Kades Sebut Dana Belum Masuk Kas Desa

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:21

APMB Semarang Bergerak! Konsolidasi Dimantapkan, Festival Pratama dan SOMC ke-21 Bidik 2027

Minggu, 18 Oktober 2026 - 02:13

Resepsi Pernikahan Putra Koordinator SMSI Solo Raya, Warsito, Jadi Ajang Konsolidasi dan Penguatan Soliditas Organisasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:21

Pengerukan dan Pengangkutan Material di Rowosari Disorot, Aparat Diminta Telusuri Faktanya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:55

OTT KPK di Klaten, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo Diamankan, Uang Rp1,9 Miliar Disita

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:12

AKP Winarsih: Jumat Keliling Jadi Sarana Polri Dekat dengan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:16

Bhabinkamtibmas Candi Sambangi Warga, Pendataan Perlindungan Sosial Jadi Perhatian

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:12

Ada Apa dengan Anggaran Sapi Desa Bawang? Pj Kades Sebut Dana Belum Masuk Kas Desa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:36

JANGAN JADIKAN SURAT KALENG SENJATA POLITIK! KEJAKSAAN HARUS BERPIJAK PADA BUKTI

Berita Terbaru