Pewarta : Mayang
Editor : Yogie Ps
BOYOLALI || viralindonesianews.com – Upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit Tuberkulosis (TBC) terus dilakukan melalui sinergi antara kepolisian dan tenaga kesehatan. Salah satunya melalui kegiatan Active Case Finding (ACF), skrining kesehatan, dan pemeriksaan rontgen bagi masyarakat di Desa Kadireso, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali.
Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Kadireso, Kamis (17/9/2026), mulai pukul 07.30 hingga 12.30 WIB, dan diikuti sekitar 100 warga.
Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap masyarakat yang memiliki faktor risiko maupun dugaan gejala TBC. Melalui skrining dan pemeriksaan lanjutan, indikasi penyakit dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan medis dapat segera dilakukan apabila diperlukan.
Dalam kegiatan tersebut, tim tenaga kesehatan dari Puskesmas Teras melaksanakan sejumlah tahapan pemeriksaan, mulai dari pendaftaran peserta, skrining kesehatan hingga pemeriksaan CKG. Sementara pemeriksaan rontgen dilakukan oleh tim RSPA Boyolali.
Ketua Satgas TB Puskesmas Teras, Happy Catur N., selaku penanggung jawab kegiatan bersama tim tenaga kesehatan, memastikan seluruh rangkaian pemeriksaan berlangsung sesuai dengan tahapan yang telah ditentukan.
Sementara itu, Polsek Teras Polres Boyolali turut melakukan pengamanan dan monitoring. Personel Polsek Teras, Aipda Dany, memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif, sehingga masyarakat dapat mengikuti seluruh proses pemeriksaan dengan nyaman.
Kegiatan ACF dan pemeriksaan rontgen tersebut menjadi bagian dari upaya menemukan kasus TBC sedini mungkin. Dengan deteksi lebih awal, masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan maupun penanganan lebih lanjut dapat segera mendapatkan tindak lanjut dari tenaga kesehatan.
Polsek Teras juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan. Kesadaran untuk melakukan deteksi dini serta menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga dinilai penting dalam membantu mencegah penyebaran TBC di tengah masyarakat.
Dengan deteksi lebih dini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko penularan di lingkungan keluarga maupun masyarakat dapat ditekan.
Redaksi : viralindonesianews.com







