Diserang Tanpa Ampun, Kades Sampurno Alami Luka Bacok di Kepala dan Bahu

Kamis, 16 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Laporan : Bram Ezhar

Editor : Yogie Ps

LUMAJANG || viralindonesianews.com — Warga Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, digegerkan dengan aksi pengeroyokan brutal yang menimpa Kepala Desa setempat, Sampurno, pada Rabu (15/4/2026) siang.

Peristiwa itu terjadi di kediaman korban. Sekitar 10 orang pelaku datang menggunakan dua unit mobil, lalu secara tiba-tiba menyerang korban tanpa ampun.

Tak hanya dipukuli, Sampurno juga dibacok menggunakan senjata tajam jenis celurit. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala, lengan, dan bahu.

Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Dokter Haryoto Lumajang untuk mendapatkan penanganan medis.

Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Pras Ardinata, menjelaskan bahwa insiden bermula saat korban sedang menerima tamu di rumahnya.

“Awalnya Pak Kades sedang menerima tamu. Tiba-tiba dua mobil datang, sempat terjadi cekcok, kemudian berujung penganiayaan,” ujar Kasat Reskrim Pras kepada awak media, Rabu (15/4/2026).

Dugaan sementara, aksi pengeroyokan tersebut dipicu kesalahpahaman antara korban dan para pelaku. Sebelumnya, keduanya disebut sempat terlibat perselisihan dalam sebuah acara pengajian.

Meski demikian, pihak kepolisian masih terus mendalami motif pasti di balik kejadian tersebut.

“Untuk motif masih kita dalami. Pelaku sekitar 10 orang menggunakan dua mobil, identitasnya sudah kami kantongi,” tambahnya.

Usai menjalani perawatan, korban kini telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.

Sementara itu, kasus pengeroyokan ini masih dalam penanganan Satreskrim Polres Lumajang yang terus memburu para pelaku.

Redaksi : Viralindonesianews.com

Berita Terkait

Polsek Ampel Dampingi Tradisi Udan Dawet Warga Banyuanyar
Polres Boyolali Ungkap Duel Sajam Pelajar, Senjata 1,8 Meter Diamankan
Polres Boyolali Ringkus Residivis Pencuri Kalung Anak, Hasil Curian Dipakai Berfoya-foya
Polres Boyolali Ungkap Kasus Kekerasan Seksual Disertai Ancaman Penyebaran Video
Pernyataan Warsito di Media Sosial Tuai Sorotan, GMOCT Tegaskan Pentingnya Etika Pers dan Penghormatan terhadap Kemerdekaan Pers
Kasus Pengrusakan Rumah Mengkrak Setahun Lebih, Permohonan SP2HP Korban Malah Diabaikan, Kinerja Polrestabes Semarang Dipertanyakan?? 
Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri Perkuat Sinergi dengan Nelayan Pati untuk Jaga Kamtibmas Perairan
Diduga Peredaran Gula Rafinasi di Klaten, Warga Desak Aparat Lakukan Pengawasan Ketat

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:21

Polsek Ampel Dampingi Tradisi Udan Dawet Warga Banyuanyar

Rabu, 9 September 2026 - 15:03

Polres Boyolali Ungkap Duel Sajam Pelajar, Senjata 1,8 Meter Diamankan

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:14

Polres Boyolali Ringkus Residivis Pencuri Kalung Anak, Hasil Curian Dipakai Berfoya-foya

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:42

Polres Boyolali Ungkap Kasus Kekerasan Seksual Disertai Ancaman Penyebaran Video

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:05

Pernyataan Warsito di Media Sosial Tuai Sorotan, GMOCT Tegaskan Pentingnya Etika Pers dan Penghormatan terhadap Kemerdekaan Pers

Kamis, 16 Juli 2026 - 02:51

Kasus Pengrusakan Rumah Mengkrak Setahun Lebih, Permohonan SP2HP Korban Malah Diabaikan, Kinerja Polrestabes Semarang Dipertanyakan?? 

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:49

Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri Perkuat Sinergi dengan Nelayan Pati untuk Jaga Kamtibmas Perairan

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:23

Diduga Peredaran Gula Rafinasi di Klaten, Warga Desak Aparat Lakukan Pengawasan Ketat

Berita Terbaru