Laporan : Suntono
Editor : Yogie Ps
BOYOLALI || viralindonesianews.com – Selo Art Festival 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-179 Kabupaten Boyolali berlangsung meriah di Lapangan Simpang PB VI Selo, Dukuh Ngaglik, Desa Samiran, Kecamatan Selo, Sabtu (4/7/2026). Sekitar 1.000 pengunjung memadati lokasi untuk menyaksikan berbagai pertunjukan seni dan budaya. Berkat pengamanan yang dilakukan Polres Boyolali bersama unsur terkait, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Wakapolres Boyolali Kompol Novilia Andrias Lio Kurniasih, S.H., M.H., hadir mewakili Kapolres Boyolali bersama Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana, Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf. Gunawan Nurbathin, jajaran Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Forkopimcam, kepala desa se-Kecamatan Selo, tokoh masyarakat, serta para pelaku seni dan budaya.
Mengusung tema “Nguri Bumi”, festival ini menjadi wadah pelestarian seni budaya lokal sekaligus upaya mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan lereng Merapi-Merbabu. Beragam kesenian tradisional dari perwakilan kelompok seni se-Kecamatan Selo ditampilkan, termasuk Tari Putro Bumi Selo dan Reog Topeng Ireng yang berhasil memukau ribuan pengunjung.

Pada kesempatan tersebut, panitia juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Boyolali Carnaval Night sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas masyarakat dalam memeriahkan Hari Jadi ke-179 Kabupaten Boyolali.
Untuk memastikan situasi tetap aman, Polres Boyolali menerjunkan personel gabungan dari Polsek Selo, satuan fungsi Polres Boyolali, Koramil 07/Selo, Satpol PP Kabupaten Boyolali, serta unsur pengamanan swakarsa. Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk melaksanakan pengaturan arus lalu lintas, pengamanan lokasi kegiatan, hingga mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Berkat sinergi seluruh unsur pengamanan, Selo Art Festival 2026 dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif. Kehadiran aparat keamanan diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat, sehingga festival budaya ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian kearifan lokal, tetapi juga semakin memperkuat daya tarik wisata serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Boyolali.
Redaksi : viralindonesianews.com






