Laporan : Bram Ezhar
Editor : Yogie Ps
SEMARANG || viralindonesianews.com – Forum Jateng Gayeng (FJG) menggelar diskusi publik bertajuk Ngobrol Gayeng Pemilu Daerah Pasca Putusan MK 135/2024 di Kampus Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Jalan Sriwijaya No. 33 Semarang, Kamis (14/5/2026) pagi.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut menghadirkan Wakil Ketua Komite DPD RI, Dr. H. Muhdi, SH., M.Hum., bersama Ketua FJG, Kiai A. Robani Akbar, SH., MH. Acara diikuti puluhan perwakilan lembaga dan organisasi masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Semarang.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti seluruh peserta dan tamu undangan. Suasana penuh semangat kebangsaan dan kekeluargaan mewarnai jalannya kegiatan sejak awal hingga akhir acara.
Dalam sambutannya, Ketua FJG A. Robani Akbar menyampaikan bahwa forum diskusi tersebut menjadi ruang bersama untuk memperkuat pemahaman masyarakat terkait dinamika demokrasi dan sistem pemilu daerah pasca keluarnya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/2024.
Menurutnya, putusan MK tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas demokrasi yang lebih adil, transparan, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kondusivitas masyarakat dalam menghadapi dinamika politik ke depan.
Sementara itu, Wakil Ketua Komite DPD RI, Muhdi, memaparkan berbagai implikasi Putusan MK 135/2024 terhadap sistem pemilu daerah serta tantangan demokrasi di Indonesia. Ia menilai keterlibatan masyarakat sipil sangat penting dalam mengawal proses demokrasi agar tetap berjalan sesuai konstitusi.

Diskusi berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab dan ngobrol bareng antara narasumber dengan peserta. Berbagai isu terkait pemilu daerah, penguatan demokrasi, hingga partisipasi masyarakat menjadi topik pembahasan yang mendapat perhatian serius dari peserta yang hadir.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 50 lembaga dan organisasi masyarakat (LSM) se-Kota Semarang. Tingginya antusiasme peserta dinilai menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap perkembangan demokrasi dan dinamika politik nasional saat ini.
Selain menjadi ajang diskusi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana mempererat silaturahmi antarorganisasi serta tokoh masyarakat di Kota Semarang. Suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak selama kegiatan berlangsung.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar demokrasi Indonesia semakin matang dan mampu membawa kemaslahatan bagi masyarakat luas. Seluruh peserta selanjutnya mengikuti makan siang bersama dalam suasana akrab dan kekeluargaan.
Redaksi : viralindonesianews.com






