Maut di Kolam Lodaya: Bocah 7 Tahun Tewas, Pengawasan Dipertanyakan

Selasa, 5 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Laporan : Bram Ezhar

Editor : Yogie Ps

PEMALANG || viralindonesianews.com  – Tragedi memilukan terjadi di kolam renang Desa Lodaya, Randudongkal. Seorang bocah perempuan berusia 7 tahun meregang nyawa usai diduga tenggelam saat mengikuti latihan renang pertamanya, Minggu (3/5/2026).

Ironisnya, korban baru diketahui berada di dasar kolam setelah tubuhnya tak sengaja tersenggol kaki pelatih yang tengah melatih peserta lain.

Fakta ini memunculkan pertanyaan serius: ke mana pengawasan saat anak-anak berada di dalam kolam?

Kapolsek Randudongkal AKP Sudaryo mengungkapkan, kejadian bermula sekitar pukul 07.30 WIB saat korban mengikuti kursus renang. Namun setelah sesi latihan, korban tidak terpantau hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

“Korban ditemukan di dasar kolam setelah tersenggol kaki pelatih. Saat diangkat dan diberikan pertolongan, sudah tidak ada respons,” ungkapnya.

Korban sempat dilarikan ke RS Masrodlillah Randudongkal, namun nyawanya tidak tertolong. Hasil pemeriksaan medis menyebutkan tidak ada tanda kekerasan, dan korban diduga meninggal akibat paru-paru kemasukan air.

Peristiwa ini kini dalam penyelidikan pihak kepolisian. Namun sorotan publik mulai mengarah pada standar keselamatan dan pengawasan di lokasi latihan renang tersebut.

Bagaimana mungkin seorang anak yang baru pertama kali belajar berenang bisa luput dari pengawasan hingga berujung maut?

Kasus ini menjadi alarm keras bagi pengelola kolam renang dan penyelenggara kursus, agar tidak lalai terhadap keselamatan peserta terutama anak-anak.

Redaksi : viralindonesianews.com

Berita Terkait

Pernyataan Warsito di Media Sosial Tuai Sorotan, GMOCT Tegaskan Pentingnya Etika Pers dan Penghormatan terhadap Kemerdekaan Pers
Kasus Pengrusakan Rumah Mengkrak Setahun Lebih, Permohonan SP2HP Korban Malah Diabaikan, Kinerja Polrestabes Semarang Dipertanyakan?? 
Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri Perkuat Sinergi dengan Nelayan Pati untuk Jaga Kamtibmas Perairan
Polres Boyolali Bekali Personel Teknik Dokumentasi untuk Perkuat Informasi Publik
Tradisi Buka Luwur Pantaran Dipadati Ribuan Peziarah, Pengamanan Polisi Berjalan Maksimal
Kapolres Boyolali Minta Perguruan Silat Kendalikan Penggembira demi Cegah Konflik
Edarkan Sabu 10,04 Gram, Dua Pemuda Asal Grobogan Diciduk Polisi di Boyolali
Polsek Andong Dukung Rencana Pembangunan Sub Terminal, Hadiri FGD Studi Kelayakan

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:05

Pernyataan Warsito di Media Sosial Tuai Sorotan, GMOCT Tegaskan Pentingnya Etika Pers dan Penghormatan terhadap Kemerdekaan Pers

Kamis, 16 Juli 2026 - 02:51

Kasus Pengrusakan Rumah Mengkrak Setahun Lebih, Permohonan SP2HP Korban Malah Diabaikan, Kinerja Polrestabes Semarang Dipertanyakan?? 

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:49

Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri Perkuat Sinergi dengan Nelayan Pati untuk Jaga Kamtibmas Perairan

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:09

Polres Boyolali Bekali Personel Teknik Dokumentasi untuk Perkuat Informasi Publik

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:39

Tradisi Buka Luwur Pantaran Dipadati Ribuan Peziarah, Pengamanan Polisi Berjalan Maksimal

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:09

Kapolres Boyolali Minta Perguruan Silat Kendalikan Penggembira demi Cegah Konflik

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:53

Edarkan Sabu 10,04 Gram, Dua Pemuda Asal Grobogan Diciduk Polisi di Boyolali

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:42

Polsek Andong Dukung Rencana Pembangunan Sub Terminal, Hadiri FGD Studi Kelayakan

Berita Terbaru